Divonis Tak Bisa Punya Keturunan

Karena sudah mengalami keguguran berulang dan salpingitis, saya disarankan melakukan inse minasi buatan dalam upaya mempunyai keturunan. Setelah saya dan suami sepakat, dilakukanlah inseminasi buatan yang ditangani oleh dokter yang sama.

Baca juga : Kerja di Jerman

Sayang, upaya itu pun belum membuahkan hasil, karena saya kembali mengalami keguguran. Kecewa, sedih, down, tentu saya rasakan saat itu. Namun, saya dan suami tidak putus asa dan terus berusaha. Saking inginnya punya momongan, saya sampai ber obat kepada 20 dokter obgin. Selain itu, juga melakukan terapi akupunktur, menjalani pengobatan tradisional Tiongkok, dan herbal natural Indonesia kepada enam orang terapis. Hasilnya? Tetap selalu keguguran! Ternyata kondisi ini bukan saja disebabkan oleh salpingitis, tetapi juga akibat adanya kista ovarium, dan terakhir diketahui saya mengidap penyakit Deep Vein Trombositosis (DVT) atau darah kental.

Saat itu oleh seorang profesor ahli darah, saya dikatakan mustahil punya keturunan. Saya syok dan sedih. Sebagai perempuan, saya merasa tidak bisa membahagiakan suami. Saya begitu down. Suami pun begitu, tapi dia bisa menguatkan saya, sehingga saya kembali semangat dan pan tang menyerah. Alhasil kami berdua tetap berusaha, berdoa, dan berhikmat, karena kami yakin tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan. Di sini pun saya baru mengetahui bahwa salpingitis bisa juga disebabkan oleh penyakit darah kental, yang menyebabkan ke hamilan ter ganggu dan keguguran berulang.

PELUANG 25% Akhirnya, demi memiliki bu ah hati tercinta, pilihan yang paling rasional hanya bayi tabung. Saya dan suami pun sepakat menjalankan program bayi tabung di BIC Bunda Menteng, Jakarta, pada 2014. Setelah sebelumnya ditangani oleh dr. Ivan R. Sini, SpOG untuk operasi laparoskopi pe motongan saluran tuba akibat salpingitis. Dalam menjalankan program bayi tabung, selama hamil, saya diberikan obat pengencer darah yang digunakan dengan cara suntik di perut. Pengobatan ini dilakukan su paya janin dalam rahim bisa terus berkembang. Namun, selama menjalani program, karena pernah mengalami keguguran berulang danmemiliki penyulit kehamilan, saya merasa takut dan waswas.

Kegagalan yang kami khawatirkan bukan saja dari segi biaya, tetapi juga dari segi usia saya saat itu, peluang keberhasilannya hanya 25%, ditambah lagi beratnya penyulit yang saya alami. Meski demikian, di satu sisi, saya yakin Tuhan akan memberikan keturunan pada kami. Karenanya, saya mematuhi apa yang dianjurkan dokter, menaati prosedurnya, dan berdoa pada Tuhan supaya apa yang sedang saya upayakan bisa dijalankan tanpa beban.Ternyata, saya bisa mela ku kan itu. Sekarang saya sudah punya Tasya yang pada 20 Februari 2016 kemarin, usianya genap satu tahun. Puji Tuhan, akhirnya kami berhasil memiliki momongan!

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Masih Kecil Sudah Kecanduan Gadget

Salam ibu mayke, anak saya (3), sudah termasuk kecanduan gadget. Mulai bangun tidur sampai mau tidur pun masih menanyakan gadget-nya. Setiap sabtu-minggu saya ajak keluar, seperti ke tempat bermain, tapi ngotot mau bawa smartphone-nya. Saya khawatir dengan perkembangan ke depannya. Kalau saya umpetin, dia sampai menangis minta gadgetnya tersebut.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Sebetulnya sejak awal saya kurang setuju anak saya pegang smartphone bekas bapaknya. Tapi suami ngotot, katanya enggak apa-apa, toh enggak bisa akses ke internet karena sudah diblock. Tapi di dalamnya banyak permainan game. Ada perasaan kasihan, namun saya juga takut dengan perkembang annya nanti. Mohon solusi dari ibu mayke. Terima kasih. Dinni dien – surabaya.

Mumpung usianya masih 3 tahun, kecanduan gadget bisa segera ditangani, karena Ibu lebih mudah mengendalikannya. Mau tidak mau kegiatan sehari-hari perlu diisi dengan aktivitas yang menguras energinya, bermain dengan teman-teman tetangga seperti berlari-lari, main bola, tepuk balon, naik sepeda, layang-layang, atau main di taman yang dilengkapi permainan outdoor. Di rumah, bisa diajak berlomba memasukkan bola sebanyak mungkin ke dalam keranjang, bergerak sesuai aba-aba Ibu, melompat dari atas tumpukan bantal, bermain pura-pura seperti perang-perangan, perbengkelan; bermain cat air, play dough, puzzle, dan lain-lain.

Apabila anak dibiasakan melakukan kegiatan bermain non-gadget, lama kelamaan dia dapat dialihkan dari gadget. Syarat lain, jangan sampai ayah dan ibunya sepanjang hari menggunakan gadget, sebab akan membuat anak kecanduan lagi. Setelah anak terbiasa bermain nongadget selama 2 sampai 3 bulan, izinkan kembali bermain gadget tapi batasi sehari maksimum 1 jam, dengan permainan yang diseleksi terlebih dahulu sesuai usianya. Selain itu, ketegasan orangtua dalam mengatur jadwal ke giatan anak sangat penting.

Dengan demikian, anak tetap mendapat kesempatan mengenal teknologi tinggi yang berawal dari gadget tapi dengan porsi sesuai. Ketika usia anak bertambah, sebaiknya selalu waspada akan informasi dan permainan yang bisa dia akses melalui gadgetnya. Dampingi dan temani anak saat bermain gadget, sehingga anak merasa senang, dan orangtua tetap dapat mengontrol anak. Salam kembali untuk Ibu ‘inni.

Sumber : https://pascal-edu.com/

 

Rajin Bergerak Tingkatkan Kecerdasan Anak

Berat badan dan aktivitas fi sik ternyata dapat berpengaruh terhadap kemampuan kognitif anak, demikian menurut studi yang dimuat di jurnal Pediatric Exercise Science. Anak-anak yang memiliki badan proporsional dengan Indeks Massa Tubuh yang sehat dan aktivitas fisik yang baik, cenderung meraih nilai lebih baik pada tes kognitif dibandingkan teman-temannya yang memiliki badan proporsional namun tidak aktif bergerak, atau yang punya berat badan berlebih dan tidak aktif bergerak.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

“Perbedaannya terletak pada aktivitas yang dijalani anak, bahkan di antara anak-anak yang memiliki berat badan normal. Penelitian ini menegaskan, aktivitas fisik memang berpengaruh pada fungsi otak,” kata Dr. Catherine Davis, clinical health psychologist dari Georgia Prevention Institute, Georgia Regents University. Kabar baiknya lagi, dengan bantuan orangtua dan sekolah, anak bisa menjalani pola hidup yang lebih sehat sekaligus menurunkan berat badannya.

Pelihara Reptil Juga Bisa Memicu Alergi

Binatang jenis reptil banyak dipilih sebagai peliharaan oleh orangtua dan anak yang menderita alergi, karena binatang ini tak memiliki bulu, seperti halnya anjing, kucing, atau marmut. Namun, peneliti dari Messerli Research Institute mengimbau para orangtua untuk tetap waspada saat memelihara reptil, karena risiko kambuhnya alergi pada anak tetap bisa terjadi. “Pemicu alergi bukan berasal dari hewannya, melainkan dari makanan hewan itu.

Dalam kasus anak berusia 8 tahun yang mengalami serangan alergi parah akibat memelihara sejenis kadal, misalnya, yang menjadi pemicu adalah belalang yang diberikan sebagai makanan kadal, yang ternyata merupakan sumber alergi,” kata Prof. Erika Jensen-Jarolim, MD, ahli imunologi sekaligus salah satu peneliti. Menurutnya, keberadaan belalang sebagai sumber alergi yang potensial ini sering kurang diketahui banyak orang, termasuk para peneliti. Bahkan, efek alergi ini bisa menetap hingga bertahun-tahun. Untuk itu, Jensen-Jarolim merekomendasikan penyimpanan makanan reptil di luar rumah. Selain itu, hindari menyimpan reptil di ruang tamu, karena belalang yang tidak tercerna dengan baik bisa dikeluarkan lagi dari tubuh reptil dalam bentuk kotoran.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Warna Rahasia di Balik Bag2

Energi dari warna jingga/oranye bisa pula berfung si menormalkan fungsi chakra seks yang bertanggung jawab atas kesehatan alat-alat reproduksi, termasuk rahim. Tapi, tak perlu berlebihan ya, karena warna oranye yang terlalu dominan justru bisa memicu rasa gelisah/cemas. Pengaruh pada fi sis: Organ seks, kandung kemih, keseimbangan cairan tubuh, metabolisme. Pengaruh pada psikologis: Libido, kreativitas, ke tahanan, semangat, dan toleransi.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

BIRU Biru memiliki efek yang menenangkan. Inilah me ng apa, warna biru tepat untuk menemani mamil dalam menjalani fase trimester pertama (yang biasanya di sertai banyak keluhan) untuk tetap tenang dan bisa me ngontrol emosinya. Hindari dominasi warna biru yang kuat karena dapat membuat Mama menjadi ”dingin”. Energi warna biru juga dapat mengoptimal kan fungsi chakra solar plexus dan chakra jantung. Pengaruh pada fi sis: Pita suara, tenggorokan, suhu badan.

Pengaruh pada psikologis: Ekspresi diri, komuni kasi, tanggung jawab, pendengaran batin. HIJAU Sama seperti biru, hijau juga dapat memaksimalkan fungsi chakra solar plexus dan chakra jantung. War na hijau juga dianjurkan untuk mewarnai keseharian mamil karena dapat menciptakan suasana tenteram, menyegarkan suasana, dan menenangkan saraf yang lelah. Agar suasana rumah lebih sejuk dan tenang, Mama bisa mencoba kegiatan bercocok tanam, de ngan menanam bunga dan tanaman lainnya, sehingga halaman rumah menjadi lebih rindang.

Lebih baik lagi kalau sesekali Mama mengajak Papa berlibur singkat ke pegunungan untuk menikmati pemandangan dan menghirup udara pegunungan. Hmmm, segarnya! Pengaruh pada fi sis: Kelenjar thymus (kelenjar yang terletak di depan dada), jantung, paru-paru, sirkulasi darah, imunitas. Pengaruh pada psikologis: Keseimbangan psikis, aktivitas mental, ambisi, kemauan.

MERAH Warna merah memberikan efek energik, bersema ngat, dan membawa kehangatan. Cocok digunakan saat kelelahan, sedih, dan berada di antara orang orang yang pasif. Warna ini berhubungan dan dapat merangsang chakra root (letaknya di dasar tulang be lakang) yang menyebabkan kelenjar adrenal (kelenjar yang dengan cepat mempersiapkan tubuh untuk ber aksi dalam situasi stres) untuk melepaskan adrenalin.

Sumber : https://eduvita.org/

Cara Hentikan Ngempeng Anak Bag4

Jika ia cenderung untuk mengempeng saat merasa bosan, buatlah rencana dan tawari dia aktivitas yang lebih menarik. Contoh, saat Mama tengah mengantre di bank dan ia tampaknya ingin mengempeng, berikan ia sebuah buku atau suguhi muka-muka konyol agar perhatiannya teralihkan. 2. Jika si batita cenderung memasukkan empeng ke dalam mulutnya saat merasa tidak nyaman atau tengah khawatir, bantu ia mengutarakan emosinya lewat kata-kata.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Tanyai dia untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi serta apa yang ia rasakan. Buat ia kembali nyaman dengan pelukan dan kecupan. 3. Untuk meredam ketergantungannya pada empeng, puji ia saat berhasil menahan diri untuk tidak mengempeng. Kita juga bisa membatasi penggunaan empeng dengan hanya memberikannya sebelum si kecil tidur malam atau tidur siang dengan mengatakan, “Kita akan berhenti membawa empengmu saat jalan-jalan, jadi empengnya disimpan untuk sebelum bobok aja, ya.”

4. Jika si kecil sudah bisa memahami konsep waktu, cobalah menggunakan kalender guna menandai hari-hari bebas empeng, dan beri imbalan kepadanya dengan stiker emas atau dongeng tambahan selama setengah jam sebelum ia pergi tidur. Apabila ia berhasil memenuhi minggunya dengan stiker bintang gemerlapan, naikkan hadiahnya dengan jalan-jalan ke kebun binatang atau acara memasak kue bareng. Bagaimana dengan cara tradisional semisal mengolesi tangan si anak dengan getah tanaman brotowali yang pahit seperti kebanyakan yang terjadi di Indonesia? Cara ini kurang efektif, karena anak zaman sekarang sudah lebih pintar.

Ia bisa mencuci jarinya atau pindah ke jari lain. Cara yang efektif, ya… dengan memberinya kegiatan yang bisa membuat sibuk tangannya. Bila si kecil benar-benar sudah bisa menghilangkan kebiasaan ngempeng, berikan pujian. Tapi kalau sesekali anak masih ketahuan ngempeng, jangan sekali-sekali menghukum. Jika dimarahi atau dihukum, anak malah akan semakin takut. Bisa jadi ngempengnya akan semakin menjadi-jadi. Lebih baik dorong terus sehingga ia dapat menghentikan kebiasaannya dan berilah pujian.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Solusi Air Minum Higienis Untuk Indonesia Sehat

Untuk mendapatkan air higienis layak konsumsi, banyak masyarakat bergantung pada air kemasan atau air galon yang membutuhkan biaya cukup be sar setiap bulannya. Kondisi ini dapat memberatkan masyarakat dengan situasi ekonomi saat ini. Untuk itu, Pureit hadir sebagai solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan air minum higienis dan hemat. Pureit telah mendapatkan sertifikasi dari 20 laboratorium internasional dan nasional sehingga teknologinya tidak perlu diragukan lagi.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Pureit dapat membunuh kuman, virus, bakteri, dan parasit berbahaya serta kotoran di dalam air, sehingga air menjadi layak konsumsi. Untuk saat ini, Pureit tersedia dalam dua varian yaitu Pureit Classic White dan produk terbarunya, Pureit Marvella Hot. Melalui brand ambassador-nya, Dude Harlino dan Alyssa Soebandono, Pureit ingin mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menyadari betapa pentingnya mengonsumsi air higienis dalam menjalankan hidup sehat dengan menggunakan Pureit.

Air bersih merupakan hak setiap masyarakat In donesia dan merupakan langkah awal hidup sehat. Untuk itu, Pureit berkomitmen menyediakan solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan akses air minum yang higienis dan terjangkau, lebih hemat 75% dari air galon. “Misi ini sejalan dengan program pemerin tah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indo nesia, yaitu Program Sanitasi Total Berbasis Masyara kat (STBM) sebagai upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku dan hidup dalam ling kungan sehat,” papar Mona Majid, General Manager Water Business PT Unilever Indonesia Tbk.

Kondisi ini dipertegas oleh Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Pendiri dan Pimpinan Indonesia Water Institute . Menurutnya, hingga saat ini baru 29% ma syarakat Indonesia yang dapat mengakses air bersih melalui perpipaan. Jauh di bawah target yang ditetap kan oleh pemerintah untuk tahun 2019 yaitu sebesar 60%. “Kualitas air di permukaan juga meng alami penurunan yang memprihatinkan. Kelangkaan sum ber daya air bersih diperkirakan akan semakin pan jang dengan diperparah oleh musim kemarau yang berkepanjangan dan curah hujan yang menurun.”

Penyebab Infeksi Torch Bag2

# HIV HIV (human immunodefi ciency virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Belum ditemukan pengobatan yang dapat menghilangkan HIV.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

CEGAH DENGAN VAKSINASI

Pencegahan mutlak dilakukan 3—6 bulan sebelum hamil dengan vaksinasi MMR atau rubela saja. Sementara vaksinasi varicella untuk mengurangi kemungkinan keaktifan herpes. Sebaiknya vaksin diberikan tidak bersamaan, tetapi selang satu bulan. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan IgM dan IgG satu bulan setelah vaksinasi terakhir. Jika hasil IgG positif, menunjukkan adanya kekebalan tubuh. Jika IgM positif, berarti penderita telah terkena infeksi (tetapi bukan karena vaksinasi). Infeksinya harus diobati terlebih dahulu hingga hasil IgM negatif baru boleh hamil. Bila telah terjadi kehamilan, maka IgM dan IgG harus secepatnya diperiksa.

HAL PENTING LAIN

Selain dengan vaksinasi, masih ada beberapa hal lagi yang penting dilakukan untuk men cegah terinfeksi TORCH.

? Masak daging hingga benar-benar matang sebelum dikonsumi. ? Cuci bersih sayuran/buah sebelum dima kan. ? Kucing peliharaan agar diberi makan daging matang untuk mencegah infeksi yang masuk ke dalam tubuhnya. Tempat makan, minum, dan alas tidurnya harus selalu dicuci/dibersihkan. Gunakan sarung tangan sekali pakai untuk membersihkan kotoran kucing. ? Bagi mamil, terutama yang di nyatakan secara serologis sudah negatif, jangan memelihara atau memegang kucing kecuali dengan menggunakan sarung tangan. ? Bagi yang senang berkebun atau bekerja di kebun, gunakan sarung tangan. ? Bila sedang memegang daging, bekerja di tempat atau perusahaan daging atau organ yang masih mentah, hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung. ? Peralatan dapur, usai digunakan agar dicuci dengan sabun dan dibilas di bawah aliran air. ? Periksa hewan peliharaan secara kontinu ke dokter/poliklinik hewan agar selalu dalam keadaan sehat. ? Hindari kontak dengan hewan yang berkemungkinan sebagai perantara TORCH, seperti: tikus, bajing, musang, cecak, kadal, dan bengkarung. ? Berantas lalat dan kecoak dengan menggunakan desinfektan.

Sumber : pascal-edu.com

Puasa Saat Hamil, Mama dan Janin Lebih Sehat

sat-jakarta.com – Ramadan tahun lalu, Anita sedang hamil 21 minggu. Setelah berkonsultasi dengan dokter obgin yang memeriksa kehamilannya dan dinyatakan sehat, Anita memutuskan untuk menjalani ibadah puasa Ramadan. Awalnya dirasakan sangat berat, tetapi niat kuat dan dukungan suami membuat Anita berhasil menjalani puasa sebulan penuh. “Alhamdulillah, saya bisa berpuasa penuh dan tetap dalam kondisi sehat,” ucapnya ceria.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Tak demikian halnya dengan Tania yang pada Ramadan tahun lalu padahal usia kehamilannya sudah memasuki trimester dua. “Karena muntah dan mual sudah berkurang dan kondisi saya sudah terasa lebih baik sekarang, kemudian saya pastikan untuk niat melakukan puasa.,” kenangnya. Sayang, keinginannya berpuasa sebulan penuh tak terwujud. “Baru mencoba untuk beberapa hari berpuasa, saya secara tiba-tiba merasa mual kemudian akhirnya saya muntah-muntah juga. Terpaksa saya harus membatalkan puasa,” ungkapnya.

Jadi Sehat

Seperti pengalaman Anita, kehamilan memang bukan halangan untuk berpuasa. Jika kondisi Mama dan janin memang sehat, tentu akan lebih baik jika berpuasa. Apalagi, berpuasa Ramadan memungkin kan kita semua untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sama seperti di waktu lain. Hanya waktunya saja yang bergeser. Aktivitas menyusui tidak akan terganggu meski di siang hari tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke tubuh mama. Kok bisa?

Karena mama yang sehat sebetulnya memiliki cadangan nutrisi. Setelah waktunya berbuka puasa serta makan dengan porsi yang cukup, cadangan nutrisi itu akan segera tergantikan dengan sempurna. Jika waktu berpuasa dan berbuka diisi dengan kegiatan serta pola makan yang baik, maka mama hamil justru akan menjadi lebih sehat. Berbagai penyakit degeneratif dapat dicegah atau diturunkan risikonya, seperti gangguan hiperkolesterol, jantung koroner, dan kencing manis.

Ya, karena dengan menahan nafsu untuk tidak mengonsumsi makanan secara sembarangan dan berlebihan, asupan yang masuk pun jadi terseleksi. Tak hanya itu. Ketika melakukan puasa, semua sel darah putih akan lebih aktif dalam membangun sistem kekebalan pada tubuh. Organ dalam pencernaan pun akan lebih sehat karena memiliki kesempatan beristirahat dengan waktu lebih panjang pada siang hari. Detoksifi kasi juga terjadi karena saat puasa, tubuh menghasilkan antioksidan yang membersihkan zat-zat bersifat racun dari dalam tubuh. Nah, mamil yang sehat tentu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memiliki janin yang juga sehat.