Solusi Air Minum Higienis Untuk Indonesia Sehat

Untuk mendapatkan air higienis layak konsumsi, banyak masyarakat bergantung pada air kemasan atau air galon yang membutuhkan biaya cukup be sar setiap bulannya. Kondisi ini dapat memberatkan masyarakat dengan situasi ekonomi saat ini. Untuk itu, Pureit hadir sebagai solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan air minum higienis dan hemat. Pureit telah mendapatkan sertifikasi dari 20 laboratorium internasional dan nasional sehingga teknologinya tidak perlu diragukan lagi.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Pureit dapat membunuh kuman, virus, bakteri, dan parasit berbahaya serta kotoran di dalam air, sehingga air menjadi layak konsumsi. Untuk saat ini, Pureit tersedia dalam dua varian yaitu Pureit Classic White dan produk terbarunya, Pureit Marvella Hot. Melalui brand ambassador-nya, Dude Harlino dan Alyssa Soebandono, Pureit ingin mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menyadari betapa pentingnya mengonsumsi air higienis dalam menjalankan hidup sehat dengan menggunakan Pureit.

Air bersih merupakan hak setiap masyarakat In donesia dan merupakan langkah awal hidup sehat. Untuk itu, Pureit berkomitmen menyediakan solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan akses air minum yang higienis dan terjangkau, lebih hemat 75% dari air galon. “Misi ini sejalan dengan program pemerin tah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indo nesia, yaitu Program Sanitasi Total Berbasis Masyara kat (STBM) sebagai upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku dan hidup dalam ling kungan sehat,” papar Mona Majid, General Manager Water Business PT Unilever Indonesia Tbk.

Kondisi ini dipertegas oleh Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Pendiri dan Pimpinan Indonesia Water Institute . Menurutnya, hingga saat ini baru 29% ma syarakat Indonesia yang dapat mengakses air bersih melalui perpipaan. Jauh di bawah target yang ditetap kan oleh pemerintah untuk tahun 2019 yaitu sebesar 60%. “Kualitas air di permukaan juga meng alami penurunan yang memprihatinkan. Kelangkaan sum ber daya air bersih diperkirakan akan semakin pan jang dengan diperparah oleh musim kemarau yang berkepanjangan dan curah hujan yang menurun.”

Penyebab Infeksi Torch Bag2

# HIV HIV (human immunodefi ciency virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Belum ditemukan pengobatan yang dapat menghilangkan HIV.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

CEGAH DENGAN VAKSINASI

Pencegahan mutlak dilakukan 3—6 bulan sebelum hamil dengan vaksinasi MMR atau rubela saja. Sementara vaksinasi varicella untuk mengurangi kemungkinan keaktifan herpes. Sebaiknya vaksin diberikan tidak bersamaan, tetapi selang satu bulan. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan IgM dan IgG satu bulan setelah vaksinasi terakhir. Jika hasil IgG positif, menunjukkan adanya kekebalan tubuh. Jika IgM positif, berarti penderita telah terkena infeksi (tetapi bukan karena vaksinasi). Infeksinya harus diobati terlebih dahulu hingga hasil IgM negatif baru boleh hamil. Bila telah terjadi kehamilan, maka IgM dan IgG harus secepatnya diperiksa.

HAL PENTING LAIN

Selain dengan vaksinasi, masih ada beberapa hal lagi yang penting dilakukan untuk men cegah terinfeksi TORCH.

? Masak daging hingga benar-benar matang sebelum dikonsumi. ? Cuci bersih sayuran/buah sebelum dima kan. ? Kucing peliharaan agar diberi makan daging matang untuk mencegah infeksi yang masuk ke dalam tubuhnya. Tempat makan, minum, dan alas tidurnya harus selalu dicuci/dibersihkan. Gunakan sarung tangan sekali pakai untuk membersihkan kotoran kucing. ? Bagi mamil, terutama yang di nyatakan secara serologis sudah negatif, jangan memelihara atau memegang kucing kecuali dengan menggunakan sarung tangan. ? Bagi yang senang berkebun atau bekerja di kebun, gunakan sarung tangan. ? Bila sedang memegang daging, bekerja di tempat atau perusahaan daging atau organ yang masih mentah, hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung. ? Peralatan dapur, usai digunakan agar dicuci dengan sabun dan dibilas di bawah aliran air. ? Periksa hewan peliharaan secara kontinu ke dokter/poliklinik hewan agar selalu dalam keadaan sehat. ? Hindari kontak dengan hewan yang berkemungkinan sebagai perantara TORCH, seperti: tikus, bajing, musang, cecak, kadal, dan bengkarung. ? Berantas lalat dan kecoak dengan menggunakan desinfektan.

Sumber : pascal-edu.com

Puasa Saat Hamil, Mama dan Janin Lebih Sehat

sat-jakarta.com – Ramadan tahun lalu, Anita sedang hamil 21 minggu. Setelah berkonsultasi dengan dokter obgin yang memeriksa kehamilannya dan dinyatakan sehat, Anita memutuskan untuk menjalani ibadah puasa Ramadan. Awalnya dirasakan sangat berat, tetapi niat kuat dan dukungan suami membuat Anita berhasil menjalani puasa sebulan penuh. “Alhamdulillah, saya bisa berpuasa penuh dan tetap dalam kondisi sehat,” ucapnya ceria.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Tak demikian halnya dengan Tania yang pada Ramadan tahun lalu padahal usia kehamilannya sudah memasuki trimester dua. “Karena muntah dan mual sudah berkurang dan kondisi saya sudah terasa lebih baik sekarang, kemudian saya pastikan untuk niat melakukan puasa.,” kenangnya. Sayang, keinginannya berpuasa sebulan penuh tak terwujud. “Baru mencoba untuk beberapa hari berpuasa, saya secara tiba-tiba merasa mual kemudian akhirnya saya muntah-muntah juga. Terpaksa saya harus membatalkan puasa,” ungkapnya.

Jadi Sehat

Seperti pengalaman Anita, kehamilan memang bukan halangan untuk berpuasa. Jika kondisi Mama dan janin memang sehat, tentu akan lebih baik jika berpuasa. Apalagi, berpuasa Ramadan memungkin kan kita semua untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sama seperti di waktu lain. Hanya waktunya saja yang bergeser. Aktivitas menyusui tidak akan terganggu meski di siang hari tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke tubuh mama. Kok bisa?

Karena mama yang sehat sebetulnya memiliki cadangan nutrisi. Setelah waktunya berbuka puasa serta makan dengan porsi yang cukup, cadangan nutrisi itu akan segera tergantikan dengan sempurna. Jika waktu berpuasa dan berbuka diisi dengan kegiatan serta pola makan yang baik, maka mama hamil justru akan menjadi lebih sehat. Berbagai penyakit degeneratif dapat dicegah atau diturunkan risikonya, seperti gangguan hiperkolesterol, jantung koroner, dan kencing manis.

Ya, karena dengan menahan nafsu untuk tidak mengonsumsi makanan secara sembarangan dan berlebihan, asupan yang masuk pun jadi terseleksi. Tak hanya itu. Ketika melakukan puasa, semua sel darah putih akan lebih aktif dalam membangun sistem kekebalan pada tubuh. Organ dalam pencernaan pun akan lebih sehat karena memiliki kesempatan beristirahat dengan waktu lebih panjang pada siang hari. Detoksifi kasi juga terjadi karena saat puasa, tubuh menghasilkan antioksidan yang membersihkan zat-zat bersifat racun dari dalam tubuh. Nah, mamil yang sehat tentu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memiliki janin yang juga sehat.