Kredit Bank Dan Reputasi Bakrie Bag4

Menurut laporan keuangan VIVA tahun 2015, pendapatan kotor perusahaan itu tahun lalu Rp 2,1 triliun, berkurang Rp 170 miliar dari tahun sebelumnya. BNI, BRI, dan bank daerah mesti belajar dari lembaga keuangan asing yang sudah lebih dulu menolak permintaan kredit kelompok perusahaan Bakrie. Manajemen bank-bank itu sepatutnya turut mengkaji dengan kritis poinpoin keberatan bank asing, mengingat besarnya nilai kredit yang hendak dikucurkan. Soalnya, jika kredit tersebut macet, itulah asalmuasal dari masalah besar pada perekonomian, yakni krisis. Kita tentu belum lupa dua periode besar krisis keuangan dalam 20 tahun terakhir. Keduanya berawal dari manajemen kredit yang tidak sehat, yang kemudian memaksa negara mengeluarkan dana sangat besar untuk menyelamatkan perekonomian nasional.

 

Penghasilan Puluhan Juta Rupiah Sebulan Berkat Internet Bag3

Penghasilan Puluhan Juta Rupiah Sebulan Berkat Internet dan autotrade gold – Saat Indonesia banjir bisnis online, Habibie juga pernah mencoba berbisnis online. Saat itu ia berjualan ponsel dan snack dari sukun. Usaha ini dirintisnya bersama seorang teman. Habibie mengurus pemasaran, temannya mengurus pengepakan dan lainnya. Hanya saja, dua usaha ini lantas kandas karena keterbatasan mereka memenuhi pesanan dan kesulitan mengurus pemasok.

“Sempet coba toko online Oktober 2014, tapi capek. Toko online lebih complicated, mikir produsen, stok barang, karyawan untuk customer service.” Yayasan Merasa terbantu dengan internet, Habibie lantas ingin berbagi keberuntungannya itu dengan teman-teman disabilitas lain. Maka dibuatlah Yayasan Habibie Afsyah yang bermarkas di rumahnya. Lewat yayasan ini, Habibie mengunjungi rekan-rekannya di panti-panti untuk memberikan seminar untuk membuat web dan internet marketing.

Tak sedikit pula orang tua membawa anaknya yang disabilitas ke rumah Habibie untuk sekedar sharing, karena bingung untuk masa depan anaknya itu. Menariknya, ada seorang penyandang tuna daksa (disabilitas fisik) asal Jember, Jawa Timur, yang bertekad bertemu Habibie setelah menontonnya di acara Kick Andy. “Tangan kanan diamputasi, tangan kiri jempol hilang, karena kena mesin press batako. Musibahnya waktu SMP,” papar Habibie. Karena tak ada ongkos, ia berjalan kaki hingga Jakarta. Namun, sampai di Kendal ia tak kuat sehingga menyetop truk pengangkut mobil.

Beruntung truk itu mau mengangkutnya hingga Jakarta. Sampai di Jakarta, ia diongkosi hingga ke rumah Habibie. Karena berbelas kasih, akhirnya ia ditampung oleh keluarga Habibie dan ikut membantu pekerjaan Habibie. Satu setengah tahun membantu Habibie, akhirnya ia memutuskan untuk mandiri. Meski menurutnya tak semua rekan sesama difabel cocok dengan metode ini. “Ada yang cocok, ada yang ngga. Soalnya 8 jam di depan komputer aja uda pasti bosen.

Tapi karena aku hobinya di depan komputer dari kecil, jadi betah aja disuruh 10-12 jam di depan komputer. Jadi tergantung orangnya, tapi minimal aku kasi tau ke mereka ada bidang baru yang cocok untuk teman-teman disabilitas. Apalagi kalau yang hobi internet, sayang kalau cuma disuruh merangkai bunga, atau kerajinan tangan, karena bakatnya masih bisa dikelola lebih baik. Karena banyak dari mereka yang cuma lulus SMA, bahkan banyak yang cuma SD, SMP.”

Sumber : https://teknorus.com/