Pemanfaatan wireless Charging

Sebenarnya sudah banyak perusahaan yang membuat sistem pengisian energi nirkabel ini. Bahkan, beberapa perusahaan pembuat smartphone sudah menjual perangkat wireless charger ke konsumennya. Namun, berbeda dengan smartphone yang membutuhkan energi yang tidak terlalu besar. Di bidang otomotif, pengisian energi nirkabel harus memikirkan berbagai efek yang ada di sekitarnya. Masalah keamanan ini yang membuat sistem pengisian energi nirkabel di kendaraan berjalan lambat. Sejumlah kriteris keselamatan dan tata kelola kepatuhan terhadap peraturan harus dipenuhi setiap teknologi WEVC agar bisa digunakan secara komersial. Gangguan elektromagnetik yang terkonduksi dan terpancar bisa dicegah melalui desain produk yang berkualitas tinggi.

Cara kerja teknologi WEVC ala FIN888

Cara kerja teknologi WEVC ala FIN888 – Teknologi Wireless Electric Vehicle Charging (WEVC) yang ditujukan untuk mobil listrik ini menggunakan dari dua jenis pad, yaitu vehicle charging pad di badan kendaraan dan ground base pad yang diintegrasikan dengan jalan raya. Kedua jenis pad ini menggunakan induksi resonansi magnetik untuk men-transfer energi. Untuk mengisi energi pada kendaraan, pengemudi hanya perlu melawati atau memarkir kendaraannya di lahan khusus yang telah terpasang ground base pad. Setelah kendaraan berada di atasnya, kedua pad tersebut akan bereaksi dan mentransfer energi dari ground base pad ke vehicle pad.

Menariknya, teknologi WEVC ini dapat diimplementasikan secara dinamis untuk kendaraan-kendaraan yang bergerak lambat. Dengan pergerakan yang tidak cepat, proses transfer energi tetap dapat berlangsung. Secara umum, sistem kerja WEVC seperti ditunjukkan pada gambar di halaman berikutnya. Tegangan listrik yang bersumber dari power Supply dikirimkan ke sebuah kumparan yang berada di rangkaian pemancar di dalam base pad. Arus bolak-balik yang berada di kumparan pemancar inilah yang akan menginduksi medan magnet yang ada di kumparan penerima (vehicle pad).

Proses dimana energi ditransmisikan antara pemancar dan penerima kumparan ini disebut resonansi. Selanjutnya, arus yang mengalir di kumparan penerima diubah menjadi arus searah (DC) dan akan digunakan untuk mengisi baterai. Untuk teknologi WEVC ini, Qualcomm tidak hanya berpikir untuk kendaraan diam dan lambat saja. WEVC dikembangkan terus untuk dibangun di jalan bebas hambatan melalui sistem charging-on-the-move. Untuk posisi kendaraan sendiri, ternyata Qualcomm menciptakan sistm WEVC yang fleksibel.

Sistem ini sangat toleran dengan berbagai posisi kendaraan yang berada di atas ground base pad. guna proses transfer energi yang aman dan lancar, Qualcomm menggunakan frekuensi rendah dalam teknologi WEVC ini, yaitu pada 85 kHz. Pemilihan frekuensi ini tentu menjadi hal yang sangat penting karena dalam proses pengisian energi secara nirkabel, tidak boleh mengganggu sistem lain yang ada di sekitarnya, terutama seperti sistem keyless entry atau smart grid control. Untuk sumber energi yang dapat dimanfaatkan WEVC bisa berasal dari berbagai sumber, seperti sistem solar atau dari perusahaan listrik yang sudah ada di kota tersebut.

Sumber : https://net89.net/