Jemaat Misterius Gereja Santo Yosep Bag8

Karena Irwan kesal dinasihati, mereka kerap bertengkar. SEPERTI pada Irwan, radikalisme mencengkeram pemikiran Zefrizal Nanda Mardani sejak masih duduk di bangku SMA. Kini Zefrizal telah berusia 23 tahun. Setamat SMA, Zefrizal masuk Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Tapi, sejak setahun lalu, Zefrizal entah berada di mana.

Sejumlah dosen dan mahasiswa Universitas Airlangga mendengar kabar Zefrizal bergabung dalam Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Polisi Detasemen Khusus 88 Antiteror juga pernah menyelidiki kegiatan Zefrizal karena ia diduga masuk jaringan teroris. ”Sudah setahun ia tidak mendaftar ulang dan tidak membayar uang kuliah,” kata Direktur Akademik Universitas Airlangga Ni Nyoman Tri Puspaningsih.

Divonis Tak Bisa Punya Keturunan

Karena sudah mengalami keguguran berulang dan salpingitis, saya disarankan melakukan inse minasi buatan dalam upaya mempunyai keturunan. Setelah saya dan suami sepakat, dilakukanlah inseminasi buatan yang ditangani oleh dokter yang sama.

Baca juga : Kerja di Jerman

Sayang, upaya itu pun belum membuahkan hasil, karena saya kembali mengalami keguguran. Kecewa, sedih, down, tentu saya rasakan saat itu. Namun, saya dan suami tidak putus asa dan terus berusaha. Saking inginnya punya momongan, saya sampai ber obat kepada 20 dokter obgin. Selain itu, juga melakukan terapi akupunktur, menjalani pengobatan tradisional Tiongkok, dan herbal natural Indonesia kepada enam orang terapis. Hasilnya? Tetap selalu keguguran! Ternyata kondisi ini bukan saja disebabkan oleh salpingitis, tetapi juga akibat adanya kista ovarium, dan terakhir diketahui saya mengidap penyakit Deep Vein Trombositosis (DVT) atau darah kental.

Saat itu oleh seorang profesor ahli darah, saya dikatakan mustahil punya keturunan. Saya syok dan sedih. Sebagai perempuan, saya merasa tidak bisa membahagiakan suami. Saya begitu down. Suami pun begitu, tapi dia bisa menguatkan saya, sehingga saya kembali semangat dan pan tang menyerah. Alhasil kami berdua tetap berusaha, berdoa, dan berhikmat, karena kami yakin tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan. Di sini pun saya baru mengetahui bahwa salpingitis bisa juga disebabkan oleh penyakit darah kental, yang menyebabkan ke hamilan ter ganggu dan keguguran berulang.

PELUANG 25% Akhirnya, demi memiliki bu ah hati tercinta, pilihan yang paling rasional hanya bayi tabung. Saya dan suami pun sepakat menjalankan program bayi tabung di BIC Bunda Menteng, Jakarta, pada 2014. Setelah sebelumnya ditangani oleh dr. Ivan R. Sini, SpOG untuk operasi laparoskopi pe motongan saluran tuba akibat salpingitis. Dalam menjalankan program bayi tabung, selama hamil, saya diberikan obat pengencer darah yang digunakan dengan cara suntik di perut. Pengobatan ini dilakukan su paya janin dalam rahim bisa terus berkembang. Namun, selama menjalani program, karena pernah mengalami keguguran berulang danmemiliki penyulit kehamilan, saya merasa takut dan waswas.

Kegagalan yang kami khawatirkan bukan saja dari segi biaya, tetapi juga dari segi usia saya saat itu, peluang keberhasilannya hanya 25%, ditambah lagi beratnya penyulit yang saya alami. Meski demikian, di satu sisi, saya yakin Tuhan akan memberikan keturunan pada kami. Karenanya, saya mematuhi apa yang dianjurkan dokter, menaati prosedurnya, dan berdoa pada Tuhan supaya apa yang sedang saya upayakan bisa dijalankan tanpa beban.Ternyata, saya bisa mela ku kan itu. Sekarang saya sudah punya Tasya yang pada 20 Februari 2016 kemarin, usianya genap satu tahun. Puji Tuhan, akhirnya kami berhasil memiliki momongan!

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Mas Achmad Santosa Kembali Berdansa

KETUA Staf Ahli Satuan Tugas 115 Mas Achmad Santosa ingin mendalami lagi kemampuannya berdansa. Ia sadar kesibukannya perlu diimbangi dengan aktivitas yang bisa membuat rileks dan menyegarkan tubuh. Menurut dia, berdansa bisa jadi ajang silaturahmi dengan sahabat di acara-acara tertentu. Pria yang akrab disapa Ota itu ingin kembali menekuni dansa Latin yang lebih ringan, seperti cha-cha, salsa, bachata, dan jive.

”Dansa Latin yang ini cukup energetik, gerakannya tidak seketat waltz atau dansa ballroom, yang digemari istri saya (Lelyana Santosa). Apalagi saya suka musik Latin,” katanya kepada Tempo di kantornya, Senin tiga pekan lalu. Ota menuturkan, berdansa sudah seperti olahraga. Ia sempat merasakan manfaatnya sebelum disibukkan oleh setumpuk tugas sejak 2009. Ia sempat menjadi pelaksana tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ketika beberapa pemimpin KPK ditetapkan sebagai tersangka.

Resmi Tiba di Indonesia bersama NET89

Resmi Tiba di Indonesia bersama NET89 – Filipina sudah bisa merasakan teknologi 4G sejak 2011 lalu. Padahal, Filipina bukanlah negara berkembang sebesar Indonesia. Namun kenyataan sebagai negara kecil bukan menjadi penghalang. Bisa jadi karena wi layahnya kecil, maka teknologi jadi lebih mudah ma– suk dan tersebar secara merata. Namun apa pun alasannya, rasanya sah-sah saja jika kita memiliki rasa iri terhadap negara tetangga yang sudah lebih maju, selama rasa iri itu memacu kita berlomba untuk jadi lebih baik. Di Indonesia, jaringan 4G sudah masuk sejak tahun 2013 lalu. Sitra Wimax adalah pelopornya.

Namun, Sitra Wimax adalah provider Internet murni yang tidak menyediakan layanan komunikasi telepon dan SMS. Sayang, umurnya tak lama karena layanannya dihentikan dengan alasan perbaikan jaringan. Pemain 4G di Indonesia Sebenarnya, 4G bukanlah hal yang benar-benar baru di Indonesia. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Sitra Wimax menjadi provider Internet 4G pertama di Indonesia sejak tahun 2013 lalu. Setelahnya, masih di tahun yang sama, BOLT! hadir sebagai pengganti. Namun karena keduanya bukanlah operator telepon seluler, sifatnya jadi seperti layanan 4G yang berbeda.

Pasalnya pengguna harus menggunakan router khusus yang berfungsi sebagai Wi-Fi. Jadi, jaringan 4G hanya bisa didapat melalui Wi-Fi. Setahun berselang, kabar gembira yang dinanti akhirnya sampai juga di telinga. XL Axiata mengumumkan ketersediaan jaringan 4G, namun sifatnya masih uji coba. Namun mendengarnya saja sudah cukup membahagiakan. Terbayang sudah kecepatan Internet yang meningkat pesat yang bisa dirasakan langsung dari smartphone, tanpa bantuan router tambahan.

Ternyata, kabar baiknya tak sampai di situ saja. Mengikuti jejak XL, Indosat juga mengumumkan hal serupa selang beberapa hari setelah pengumuman yang dilakukan XL. Telkomsel lebih dahsyat lagi karena sudah merilis 4G secara utuh. 3G vs 4G Sebelum Anda merasakan kecepatan 4G, alangkah baiknya jika Anda mengetahui perbedaan mendasar antara 3G dan 4G. Huruf “G” berarti “Generation”. 3G artinya generasi ketiga, sedangkan 4G berarti generasi keempat, atau sering disebut LTE (Long Term Evolution).

Sumber : https://net89.net/