Mas Achmad Santosa Kembali Berdansa

KETUA Staf Ahli Satuan Tugas 115 Mas Achmad Santosa ingin mendalami lagi kemampuannya berdansa. Ia sadar kesibukannya perlu diimbangi dengan aktivitas yang bisa membuat rileks dan menyegarkan tubuh. Menurut dia, berdansa bisa jadi ajang silaturahmi dengan sahabat di acara-acara tertentu. Pria yang akrab disapa Ota itu ingin kembali menekuni dansa Latin yang lebih ringan, seperti cha-cha, salsa, bachata, dan jive.

”Dansa Latin yang ini cukup energetik, gerakannya tidak seketat waltz atau dansa ballroom, yang digemari istri saya (Lelyana Santosa). Apalagi saya suka musik Latin,” katanya kepada Tempo di kantornya, Senin tiga pekan lalu. Ota menuturkan, berdansa sudah seperti olahraga. Ia sempat merasakan manfaatnya sebelum disibukkan oleh setumpuk tugas sejak 2009. Ia sempat menjadi pelaksana tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ketika beberapa pemimpin KPK ditetapkan sebagai tersangka.

Resmi Tiba di Indonesia bersama NET89

Resmi Tiba di Indonesia bersama NET89 – Filipina sudah bisa merasakan teknologi 4G sejak 2011 lalu. Padahal, Filipina bukanlah negara berkembang sebesar Indonesia. Namun kenyataan sebagai negara kecil bukan menjadi penghalang. Bisa jadi karena wi layahnya kecil, maka teknologi jadi lebih mudah ma– suk dan tersebar secara merata. Namun apa pun alasannya, rasanya sah-sah saja jika kita memiliki rasa iri terhadap negara tetangga yang sudah lebih maju, selama rasa iri itu memacu kita berlomba untuk jadi lebih baik. Di Indonesia, jaringan 4G sudah masuk sejak tahun 2013 lalu. Sitra Wimax adalah pelopornya.

Namun, Sitra Wimax adalah provider Internet murni yang tidak menyediakan layanan komunikasi telepon dan SMS. Sayang, umurnya tak lama karena layanannya dihentikan dengan alasan perbaikan jaringan. Pemain 4G di Indonesia Sebenarnya, 4G bukanlah hal yang benar-benar baru di Indonesia. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Sitra Wimax menjadi provider Internet 4G pertama di Indonesia sejak tahun 2013 lalu. Setelahnya, masih di tahun yang sama, BOLT! hadir sebagai pengganti. Namun karena keduanya bukanlah operator telepon seluler, sifatnya jadi seperti layanan 4G yang berbeda.

Pasalnya pengguna harus menggunakan router khusus yang berfungsi sebagai Wi-Fi. Jadi, jaringan 4G hanya bisa didapat melalui Wi-Fi. Setahun berselang, kabar gembira yang dinanti akhirnya sampai juga di telinga. XL Axiata mengumumkan ketersediaan jaringan 4G, namun sifatnya masih uji coba. Namun mendengarnya saja sudah cukup membahagiakan. Terbayang sudah kecepatan Internet yang meningkat pesat yang bisa dirasakan langsung dari smartphone, tanpa bantuan router tambahan.

Ternyata, kabar baiknya tak sampai di situ saja. Mengikuti jejak XL, Indosat juga mengumumkan hal serupa selang beberapa hari setelah pengumuman yang dilakukan XL. Telkomsel lebih dahsyat lagi karena sudah merilis 4G secara utuh. 3G vs 4G Sebelum Anda merasakan kecepatan 4G, alangkah baiknya jika Anda mengetahui perbedaan mendasar antara 3G dan 4G. Huruf “G” berarti “Generation”. 3G artinya generasi ketiga, sedangkan 4G berarti generasi keempat, atau sering disebut LTE (Long Term Evolution).

Sumber : https://net89.net/