Adrenalin Musik Soundrenaline Bag4

“Yang menegangkan, latihan cuma sekali dalam satu jam, sampai tiga lagu,” tutur Arina Ephipania, vokalis Mocca. Kolaborasi kedua kelompok musik asal Bandung itu bukan hal baru. Mereka bahkan pernah merekam lagu bersama. Namun kolaborasi hari itu cenderung dadakan, karena kebetulan Burgerkill juga ikut memeriahkan Soundrenaline. Namun Mocca dan Burgerkill berpentas di hari yang berbeda. Mocca yang mengusung aliran pop jazz itu tampil pada hari pertama Soundrenaline, Sabtu lalu, 8 September.

Adapun Burgerkill tampil pada Minggu. Burgerkill yang hadir lengkap dengan kostum sempat menggebrak panggung A Stage, sebelum Limp Bizkit tampil. “Senang sekali Burgerkill bisa bermain di sini ugal-ugalan,” ujar Vicky. “Malam yang sangat luar biasa.” Gitaris Burgerkill, Eben, mengatakan Soundrenaline selalu mempunyai cerita tersendiri.

Solusi Air Minum Higienis Untuk Indonesia Sehat

Untuk mendapatkan air higienis layak konsumsi, banyak masyarakat bergantung pada air kemasan atau air galon yang membutuhkan biaya cukup be sar setiap bulannya. Kondisi ini dapat memberatkan masyarakat dengan situasi ekonomi saat ini. Untuk itu, Pureit hadir sebagai solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan air minum higienis dan hemat. Pureit telah mendapatkan sertifikasi dari 20 laboratorium internasional dan nasional sehingga teknologinya tidak perlu diragukan lagi.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Pureit dapat membunuh kuman, virus, bakteri, dan parasit berbahaya serta kotoran di dalam air, sehingga air menjadi layak konsumsi. Untuk saat ini, Pureit tersedia dalam dua varian yaitu Pureit Classic White dan produk terbarunya, Pureit Marvella Hot. Melalui brand ambassador-nya, Dude Harlino dan Alyssa Soebandono, Pureit ingin mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menyadari betapa pentingnya mengonsumsi air higienis dalam menjalankan hidup sehat dengan menggunakan Pureit.

Air bersih merupakan hak setiap masyarakat In donesia dan merupakan langkah awal hidup sehat. Untuk itu, Pureit berkomitmen menyediakan solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan akses air minum yang higienis dan terjangkau, lebih hemat 75% dari air galon. “Misi ini sejalan dengan program pemerin tah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indo nesia, yaitu Program Sanitasi Total Berbasis Masyara kat (STBM) sebagai upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku dan hidup dalam ling kungan sehat,” papar Mona Majid, General Manager Water Business PT Unilever Indonesia Tbk.

Kondisi ini dipertegas oleh Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Pendiri dan Pimpinan Indonesia Water Institute . Menurutnya, hingga saat ini baru 29% ma syarakat Indonesia yang dapat mengakses air bersih melalui perpipaan. Jauh di bawah target yang ditetap kan oleh pemerintah untuk tahun 2019 yaitu sebesar 60%. “Kualitas air di permukaan juga meng alami penurunan yang memprihatinkan. Kelangkaan sum ber daya air bersih diperkirakan akan semakin pan jang dengan diperparah oleh musim kemarau yang berkepanjangan dan curah hujan yang menurun.”

Gairah Partai Note dan Tablet

Hari-hari ini, Samsung mungkin tak nyenyak tidur. Bagaimana tidak, nasib penjualan Galaxy Note 4 belum pula menandakan pecah rekor. Masih bertengger di bursa ponsel lokal dan global sebagai gacoan akhir tahun 2014, dan tampaknya masih akan terus mejeng di Partai Note sampai kuartal 1 2015. Dengan harga sekitar Rp 8,5 jutaan, Note 4 sulit menjangkau konsumen secara lebih masal. Tiba-tiba Xiaomi bikin kejutan lagi. Kali ini oleh hadirnya seri Mi Note. Sebuah seri Note yang dijual 40 persen lebih miring dibanding Note 4. Sontak begitu diumumkan, perang keduanya mendapat sambutan panas jagat media sosial. Ini bak pertarungan kelas dunia di Partai Note.

Gairah Partai Note dan Tablet

Bahkan keduanya disebut sebagai the hottest 4G product. Keduanya menyuguhkan kemampuan yang seimbang, kendati punya sisi plus dan minus. Sama-sama membawa layar 5,7 inci diagonal. Telah menggunakan KitKat. Memakai memori RAM 3 GB. Pemain di Partai ini tak banyak. Selain Samsung, ada LG. Karena itulah demi variasi produk, Xiaomi pun nyemplung. Meski sebenarnya besaran marketnya tak seranum smartphone biasa. Kepercayadirian Xiaomi keluar setelah mampu menyikat habis pasar lokal, Tiongkok. Mereka sukses merebut kelompok pasar kelas menengah dengan beberapa gacoan macam RedMi 1S atau Mi3. Dan itu adalah mayoritas di negeri ini.

Selain itu, taktik Xiaomi tidak mau mengorbankan seri barunya ini dengan chipset Mediatek yang dianggap kelas dua. Mereka tetap memakai Qualcomm agar psikologi konsumen tak malah menjatuhkan kualitas produk tersebut. Gairah lain juga tengah melanda Partai Tablet. Sementara HTC menyiapkan jagoannya, Nexus 9, Nokia telah melepas seri N1 yang bikin rekor baru. Dalam tempo 4 menit terjual 20 ribu unit di Tiongkok. Sebagai sebuah brand, Nokia masih besar. Sebastian Nystrom, bos produk Nokia yang loyal tinggi ini bahkan menyebut, siapa bilang Nokia sudah habis. Nokia menggandeng Intel yang diam-diam mulai getol mendongkrakkan chipset mobile.

Pabrikasinya diserahkan kepada Foxconn hingga harga yang keluar pun membuat banyak orang terbelalak. Lalu muncul persepsi, Nokia rupanya mulai sedikit berani toleran terhadap harga dan memupuskan ungkapan antiAndroid. Tetapi untuk spesifikasi tetap seperti Nokia zaman dulu. Intuitif dan harus perform. Ini yang membuat HTC jadi was-was. Padahal produk ini sudah eksklusif dari Google. Mengusung nama Nexus pula yang tentu sudah kompatibel dengan versi 5.0 (Lollipop). Sehingga HTC hanya bisa memancang angka sekitar Rp 7,5 juta untuk konsumen. Celakanya belum ada kisah sukses atas penjualannya yang telah dimulai akhir tahun silam. Nokia N1 dilego sekitar Rp3,2 jutaan. Sudah begitu menawarkan user interface Z Launcher.

Antarmuka ini bahkan dapat digunakan di berbagai smartphone Lillipop di beberapa negara. Ini seperti melepas dua anak panah. Xiaomi Mi Note tampaknya masih menunggu seri-seri seperti Mi4 terjual di Indonesia. Tak soal, sebab model bisnis Xiaomi sudah hadir di sini. Anda musti sabar kala ingin memiliki, kecuali beli via on-line. Nah, siapa yang akan memasukkan Nokia N1? Saya coba konfirmasi ke temanteman mantan Nokia, bahkan yang telah pindah jadi awak Microsoft Mobile, tak ada satu pun yang tahu. Nokia N1 adalah “emas” baru untuk kelompok tablet. Ditunggu, siapa yang berani mendulang di sini.

Nominal Jangan Jadi Patokan untuk Membuat Situs Judi Slot

Nominal Jangan Jadi Patokan untuk Membuat Situs Judi Slot – Punya rumah cantik rancangan arsitek, siapa yang tak mau? Tentunya ada kebanggaan tersendiri jika rumah kita adalah hasil buah karya arsitek. Belum lagi, ada berbagai keuntungan yang bisa kita dapatkan. Selain merancang desain rumah yang ideal dan sesuai kebutuhan, arsitek juga menjadi “tangan kanan” yang akan membantu kita mengawasi lapangan saat pembangunan berlangsung. Namun saat hendak menggunakan jasa arsitek, tak jarang kita dihadapkan dengan nominal yang kadang melebihi anggaran. Banyak orang yang lantas mundur saat mengetahui mahalnya biaya jasa arsitek. Padahal, benarkah semahal itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa hal berikut yang harus dicermati.

Nominal Jangan Jadi Patokan untuk Membuat Situs Judi Slot

Jangan Lihat Nominal Saja

Menurut Steve J. Manahampi, Ketua IAI Jakarta, ada kesalahan yang sering dilakukan pengguna jasa dalam menilai biaya jasa arsitek. Masyarakat seringkali terpatok pada nominal, tanpa melihat besarnya ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan sang arsitek. “Banyak yang berasumsi semua pelayanan arsitek sama saja, hanya berbeda harga, sehingga masih banyak yang berhenti hingga biaya jasa saja. Padahal, ruang lingkup pelayanan juga penting untuk ditanyakan. Ruang lingkup inilah yang bisa menjadi acuan murah atau mahalnya biaya jasa arsitek,” Steve menjelaskan. Ia memberi contoh, misalnya arsitek A memberikan harga Rp5 juta untuk satu set gambar skematik (konsep) saja, sedangkan arsitek B memberikan harga Rp20 juta untuk jasa gambar skematik, gambar kerja, hingga pengawasan berkala.

Dalam hal ini, tentu arsitek B memberikan harga jasa lebih murah karena pengguna jasa mendapatkan pelayanan penuh. Sementara dengan harga Rp5 juta, pengguna jasa masih harus turun tangan dalam menghadapi perubahan di lapangan atau direpotkan dengan gambar kerja yang kurang lengkap. Umumnya, arsitek mengemban tugas-tugas seperti membuat konsep desain, membuat gambar kerja lengkap, mengontrol kerja lapangan, hingga membuat keputusan atas perubahan desain di lapangan. Untuk sejumlah nilai yang ditawarkan, apakah berhenti pada gambar kerja saja, ataukah sampai tahap pembangunan? Hal inilah yang harus Anda cermati saat membicarakan biaya jasa arsitek secara menyeluruh. “Disarankan, semua tahapan melibatkan arsitek yang sama. Namun, ini menjadi pilihan masing-masing klien,” ujar Steve menambahkan.

Menerjemahkan Mimpi

Arsitek yang baik akan mengikuti anggaran Anda sebagai pengguna jasa, bukan sebaliknya. Sebagai problem solver, arsitek bertugas menjawab tantangan masalah seperti anggaran terbatas, rumah sempit, keadaan lahan, dan sebagainya. Inilah salah satu nilai yang harus menjadi pertimbangan Anda dalam memilih arsitek. Untuk itu, mengenal lebih dekat arsitek yang akan Anda pilih adalah salah satu hal yang wajib dilakukan. Seperti yang dijelaskan oleh Erwin Hawawinata, arsitek dari biro Hawawinata & Associates, pengguna jasa harus bisa meluangkan waktu melihat langsung hasil karya arsitek yang dipilih, supaya penilaiannya lebih objektif.

Dengan melihat hasil karya arsitek tersebut, Anda pun memiliki lebih banyak wawasan yang bisa dikemukakan saat bertemu langsung dengan sang arsitek. Kepribadian arsitek juga merupakan hal yang wajib Anda pelajari. Pilihlah arsitek yang bisa dipercaya untuk menerjemahkan mimpi Anda dalam memiliki hunian idaman. Kerjasama dan komunikasi yang baik sangat dibutuhkan, karena hubungan pekerjaan akan berlangsung dalam kurun waktu tertentu, mulai dari proses desain, pembangunan, hingga pascapembangunan. “Sepanjang pengalaman, banyak klien yang merasa arsitek adalah drafter (tukang gambar). Itu salah besar. Arsitek bertugas sebagai penggagas ide dan penerjemah mimpi. Konsep yang out of the boxlah yang dibayar klien, jadi salah besar jika mendikte arsitek. Sudah jadi tugas arsitek menerjemahkan keinginan klien dengan ilmu yang dimiliki,” tutur Erwin.

Mengenal Lebih Jauh

Selain karya dan kepribadian arsitek, latar belakang organisasi juga bisa menjadi pertimbangan. Jika memilih arsitek yang tergabung dalam organisasi IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), Anda akan mendapatkan jaminan kredibilitas dan kinerja sang arsitek yang berada di bawah kode etik. Arsitek terutama anggota IAI umumnya mengikuti panduan dan standarisasi pelayanan yang ditetapkan IAI. Di sini IAI tak hanya menetapkan panduan nilai jasa arsitek saja, tapi juga ruang lingkup pekerjaan, tahapan, serta hak dan kewajiban yang dimiliki pengguna jasa dan arsitek.

Meski begitu, Erwin menambahkan, terdapat berbagai faktor yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan nilai jasa arsitek, seperti lokasi proyek, ongkos kerja, dan ongkos lainnya, misalnya conference call bila proyek dikoordinasikan di negara atau kota yang berbeda. Steve punya pendapat senada, “Nilai jasa memang menjadi keputusan antara arsitek dan pengguna jasa. Namun jika merasa dirugikan oleh praktik anggota IAI, pengguna jasa bisa mengadukan kepada IAI. Jika terbukti melanggar, IAI akan memberikan sanksi.” Namun perlu diingat, IAI hanya bisa memberikan sanksi pada anggotanya saja. Oleh karena itu, pengguna jasa perlu mengecek dahulu apakah arsitek yang akan digunakan benar-benar anggota IAI atau bukan.

Disiplin Anggaran

Bagaimana caranya supaya proyek tidak mandek di tengah jalan? Jawabannya adalah disiplin anggaran. Arsitek dan pengguna jasa harus menyepakati perencanaan anggaran dalam bentuk kontrak tertulis, yang berisi hak dan kewajiban masing-masing pihak, misalnya sistem pembayaran, lingkup kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan lainnya. Untuk menentukan nilai jasa arsitek sendiri, ada beberapa sistem yang bisa digunakan. Sistem per meter persegi, yang menghitung biaya jasa berdasarkan harga per meter persegi dari total luas bangunan.

Sistem persen, yang menghitung biaya jasa berdasarkan RAB, umumnya berkisar 5-8% tergantung tingkat kerumitan, perjanjian antara arsitek dan pengguna jasa, hingga total biaya RAB. Sistem lumpsum, yang menghitung biaya jasa berdasarkan harga borongan. Sistem ini cocok digunakan untuk pengguna jasa yang memiliki anggaran tidak terbatas dan tidak ingin direpotkan dengan perhitungan biaya. Sistem cost and fee, yaitu sistem pembayaran biaya proyek (material, tukang, alat, dan lainnya) secara berkala sesuai transaksi dan arsitek mendapatkan biaya jasa sebesar 10-15% dari total biaya proyek.

Meski bisa dinegosiasikan, arsitek umumnya menggunakan rumus 50-45-5, yaitu 50% untuk biaya DP, 45% setelah gambar selesai, dan 5% setelah proyek rampung. Jika sudah ada kesepakatan, Anda bisa mulai membuat timeline pembayaran bahkan sebelum proyek dimulai. Pembicaraan dari awal akan memudahkan Anda mengatur keuangan selama proyek berlangsung–apakah ingin menggunakan dana pribadi atau mengambil kredit di bank. Dengan pengaturan yang baik, proses pembangunan rumah impian Anda pun dapat berlangsung dengan lancar dan Anda dapat menikmati tinggal di rumah rancangan arsitek favorit. Jadi, sudah siapkah Anda?