Puasa Saat Hamil, Mama dan Janin Lebih Sehat

sat-jakarta.com – Ramadan tahun lalu, Anita sedang hamil 21 minggu. Setelah berkonsultasi dengan dokter obgin yang memeriksa kehamilannya dan dinyatakan sehat, Anita memutuskan untuk menjalani ibadah puasa Ramadan. Awalnya dirasakan sangat berat, tetapi niat kuat dan dukungan suami membuat Anita berhasil menjalani puasa sebulan penuh. “Alhamdulillah, saya bisa berpuasa penuh dan tetap dalam kondisi sehat,” ucapnya ceria.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Tak demikian halnya dengan Tania yang pada Ramadan tahun lalu padahal usia kehamilannya sudah memasuki trimester dua. “Karena muntah dan mual sudah berkurang dan kondisi saya sudah terasa lebih baik sekarang, kemudian saya pastikan untuk niat melakukan puasa.,” kenangnya. Sayang, keinginannya berpuasa sebulan penuh tak terwujud. “Baru mencoba untuk beberapa hari berpuasa, saya secara tiba-tiba merasa mual kemudian akhirnya saya muntah-muntah juga. Terpaksa saya harus membatalkan puasa,” ungkapnya.

Jadi Sehat

Seperti pengalaman Anita, kehamilan memang bukan halangan untuk berpuasa. Jika kondisi Mama dan janin memang sehat, tentu akan lebih baik jika berpuasa. Apalagi, berpuasa Ramadan memungkin kan kita semua untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sama seperti di waktu lain. Hanya waktunya saja yang bergeser. Aktivitas menyusui tidak akan terganggu meski di siang hari tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke tubuh mama. Kok bisa?

Karena mama yang sehat sebetulnya memiliki cadangan nutrisi. Setelah waktunya berbuka puasa serta makan dengan porsi yang cukup, cadangan nutrisi itu akan segera tergantikan dengan sempurna. Jika waktu berpuasa dan berbuka diisi dengan kegiatan serta pola makan yang baik, maka mama hamil justru akan menjadi lebih sehat. Berbagai penyakit degeneratif dapat dicegah atau diturunkan risikonya, seperti gangguan hiperkolesterol, jantung koroner, dan kencing manis.

Ya, karena dengan menahan nafsu untuk tidak mengonsumsi makanan secara sembarangan dan berlebihan, asupan yang masuk pun jadi terseleksi. Tak hanya itu. Ketika melakukan puasa, semua sel darah putih akan lebih aktif dalam membangun sistem kekebalan pada tubuh. Organ dalam pencernaan pun akan lebih sehat karena memiliki kesempatan beristirahat dengan waktu lebih panjang pada siang hari. Detoksifi kasi juga terjadi karena saat puasa, tubuh menghasilkan antioksidan yang membersihkan zat-zat bersifat racun dari dalam tubuh. Nah, mamil yang sehat tentu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memiliki janin yang juga sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *