Padukan Budaya Lokal dengan Sentuhan Art Deco dan Genset dari Jakarta

Padukan Budaya Lokal dengan Sentuhan Art Deco dan Genset dari Jakarta. Genset berfungsi untuk sumber listrik alternatif ketika terjadi pemadaman dari PLN. Harga genset murah bisa didapatkan melalui Distributor Jual Genset Jakarta yang memberikan diskon harga dan garansi resmi.

Menikmati sajian panorama Kota Bandung memang tidak ada habisnya. Mencoba beragam kuliner dan menjajaki tempat perbelanjaan menjadi salah satu ritual yang tidak boleh terlewat begitu kita berkunjung ke Kota Kembang ini. Namun, ada sisi lain kota ini yang terkadang dilupakan pelancong yakni arsitekturnya yang menarik untuk dijelajahi. Kota Bandung memiliki beragam bangunan bangunan dengan sentuhan art deco yang unik, di tengah semaraknya sentuhan modern minimalis yang bergelimpangan.

Sentuhan art deco memiliki karakter fasad yang kuat dengan pola geometris, zig-zag, dan puzzle. Jamaludin, Dosen Seni Rupa Institut Teknologi Nasional Bandung, mengatakan bahwa pola-pola yang ditampilkan dari sentuhan ini adalah bentuk-bentuk abstrak, seperti garis-garis lengkung dan geometris misalnya bentuk kotak, segitiga, tangga, dan lingkaran. Bangunan di Bandung yang masih melestarikan sentuhan art deco ini misalnya, gedung Landmark di Jalan Braga, bekas bioskop Majestic, Grand Hotel Preanger, Savoy Homann, dan bangunan-ban gunan lain sepanjang Jalan Asia Afrika.

Bangunan lainnya adalah Hotel House Sangkuriang, yang terletak di Jalan Sangkuriang Bandung. Hotel ini menerapkan beberapa sentuhan art deco pada bangunannya, tapi tetap memasukkan unsur-unsur tradisional pada interior ruangnya. Merekonstruksi Bangunan Lama Awalnya, bangunan 5 lantai ini hanyalah seonggok bangunan dengan gaya arsitektur kolonial.

Namun melihat prospek wisata yang begitu berkembang di Kota Kembang, membuat pemiliknya membongkar seluruh bangunan dan membangun bangunan baru, dengan tetap berpegang pada desain bangunan lama. Sebenarnya, saat itu bangunan lama tersebut tidak diperbolehkan untuk dibongkar. Namun, mereka bersikeras bila bangunan ini tidak dirawat dan dibiarkan saja, justru hanya merusak bangunan.

“Awalnya mereka sempat menolak, bila dibiarkan hancur tanpa perawatan sama saja. Kami pun membangun bangunan yang serupa dengan aslinya dan memberikan sentuhan lokal di dalamnya,” Arifn, Host House Sangkuriang, bercerita. Tidak Lupakan Budaya Lokal Meski mengusung sentuhan art deco pada fasad bangunannya, hotel ini tetap mempertahankan kearifan budaya lokal pada interior bangunan. Arifn mengatakan, hotel ini tidak melupakan budaya lokal. Mereka menyematkan batik diantara sentuhan klasik pada interiornya, misalnya motif batik pada partisi lobi dan kamar hotel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *