Ahok tak Berinduk Semang

Lewat pelbagai kasus korupsi dan nepotisme, partai dipercaya lebih mewakili para oligark ketimbang orang ramai. Patut disayangkan, dua bulan sebelum tenggat pengambilan keputusan, permintaan PDIP untuk bergabung membuat Ahok tak bisa sepenuhnya mengabaikan partai. Sebelumnya, ia telah pula bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Layak disesalkan, tawaran PDIP kepada Ahok dilakukan dengan mengabaikan mekanisme rekrutmen calon kepada daerah yang sebelumnya sudah dijalankan partai banteng itu. Lebih dari sekadar proposal sepihak, Ahok dihadapkan pada kenyataan bahwa ia tak cuma membutuhkan tiket pilkada, tapi juga perlindungan politik. Salah satu pangkal soalnya adalah perkara reklamasi Teluk Jakarta.

Menyetujui pengurukan laut di utara Ibu Kota, Ahok terbukti mengambil di muka uang kontribusi tambahan dalam wujud pengadaan sejumlah proyek di Ibu Kota meski ketentuan yang mengaturnya belum lagi diputuskan DPRD. Walau belum ada bukti uang itu dikantongi sang Gubernur, praktek ijon ini menyalahi sistem tata kelola pemerintahan yang baik sesuatu yang semestinya ditegakkan Ahok. Komisi Pemberantasan Korupsi telah mencokok Muhammad Sanusi dan Ariesman Widjaja, legislator DKI dan pengembang yang terlibat dalam suap reklamasi Teluk Jakarta. Komisi tengah mengembangkan kemungkinan keterlibatan eksekutif dalam permainan kotor ini. Menghadapi persoalan ini, Ahok seharusnya tidak berbelok arah.

Melalui jalur independen, ia memang hanya akan mendapat tiket pilkada, bukan ”perlindungan” politik misalnya dari kemungkinan gangguan legislatif yang akan menggunakan isu reklamasi. Sungguh celaka jika Ahok berharap partai bisa mengamankannya dari KPK. Menghadapi legislator, ia tak perlu takut. Ahok telah beberapa kali bertempur dengan DPRD dan terbukti ia memenangi pertarungan. Jika meyakini dirinya tidak bersalah, Ahok tidak perlu pula cemas terhadap KPK. Selayaknya ia konsisten dalam membela jalan konstitusi mereka yang tak berpartai. Bertahan lewat jalur independen akan membuatnya dihargai sebagai politikus yang melampaui hasrat berkuasa. Sebaliknya, berpaling kepada partai membuat Ahok menjadi politikus dengan ”p” kecil orang yang menjalani politik sekadar sebagai taktik mendapatkan takhta. Lewat jalur partai besar mungkin ia terpilih lagi sebagai gubernur meski sesungguhnya ia tak lebih dari sekadar pecundang.

DUA JALAN AHOK

PILIHAN yang bakal diambil Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada 2017 akan menggambarkan siapa sesungguhnya Gubernur DKI Jakarta itu. Menghadapi pemilihan kepala daerah tahun depan, yang akan memastikan kelanjutan posisinya sebagai gubernur, Ahok harus mengambil keputusan: menjadi calon independen dengan dukungan hampir satu juta kartu tanda penduduk atau menjadi calon partai. Saat ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan melalui ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri, telah membuka pintu kepada sang inkumben. Dengan 28 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, PDI Perjuangan tak perlu berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung calon.

Setelah dua tahun lalu meninggalkan Gerindra partai yang mengantarkannya menjadi wakil gubernur mendampingi Joko Widodo Ahok tak ”berinduk semang”. Keputusan hengkang dari partai itu dipuji banyak orang. Ketika itu, Gerindra mendukung rencana pemilihan kepala daerah lewat DPRD, bukan pemilihan langsung seperti yang sekarang berlangsung. Ahok menilai rencana itu memasung aspirasi publik. Muak kepada partai, banyak orang melihat Ahok sebagai harapan. Apalagi Ahok tak sekadar meninggalkan partai, tapi juga melawan DPRD kumpulan partai politik di lembaga legislatif yang ia nilai korup. Ahok membongkar permainan anggaran di DKI Jakarta. Hubungannya dengan legislatif memanas. Sejumlah lembaga survei menyebutkan popularitas Ahok justru melonjak akibat gebrakan ini. Rencana majunya Ahok dari jalur independen disambut sukacita. Kalangan nonpartai mendukungnya. Sebagian mendirikan Teman Ahok, kelompok relawan yang mengumpulkan tanda tangan sebagai syarat pencalonan.

Website : kota-bunga.net

Hanya dalam waktu tiga bulan, mereka mendapatkan hampir satu juta KTP lebih banyak dari syarat Komisi Pemilihan Umum dan melampaui perolehan suara partaipartai kecuali PDIP dalam pemilu legislatif di DKI Jakarta. Adapun politikus partai: mencibir. Dibenarkan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah, penggunaan jalur independen merupakan koreksi atas aturan sebelumnya yang memberi monopoli tunggal kepada partai untuk menyorongkan calon. Prinsip dasar perubahan itu: dalam pemilihan umum, mereka yang tak berpartai memiliki hak konstitusional yang sama dengan yang berpartai. Apalagi partai lewat sistem perwakilan tak lagi dianggap bisa merepresentasikan suara publik.

Hal Hal Penting Sebelum Menyewa Kantor Bagian Ke Dua

Lalu berapakah biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa kantor di Jakarta?

Lanjut ke artikel selanjutnya pertanyaan ini akan diklasifikasikan menurut wilayahnya. Namun dapat diketahui rata-rata harga sewa ruko atau rukan 2-3 lantai berkisar di angka 100-200 juta per tahun.

Harga tersebut akan lebih murah jika berada di daerah tidak padat keramaian, kampus/sekolah, namun juga akan menjadi lebih tinggi jika berada di daerah pusat keramaian.

Berbeda dengan ruko/rukan, biaya sewa kantor di wilayah SCBD atau Thamrin ataupun di Mall, hitungan sewa adalah per m2. Perhitungan biayanya kembali tergantung dari grade gedung perkantorannya.

Untuk gedung perkantoran grade premium, rata-rata biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp. 250.000 per m2. Gedung kategori grade A Rp.229.000 per m2, gedung grade B Rp 219.000 per. Sementara harga sewa di grade C adalah Rp 200 ribu per m2.

Sedangkan di daerah pergudangan dan industri, harga sewa ditentukan oleh luasnya area gudang. Gudang sendiripun ada yang terpisah dengan bangunan kantor, sehingga harus menyewa dua bangunan. Bangunan kantor sekaligus gudang di Jakarta dapat disewa di kisaran harga Rp. 850 juta hingga Rp. 2 M per tahun.

Baca Juga: Hal-Hal Penting Sebelum Menyewa Ruangan Kantor

Harga yang cukup fantastis untuk menyewa sebuah bangunan. Namun besarnya biaya ini tentu harus seimbang dengan kegiatan usaha yang dilakukan dan luas area yang dibutuhkan. Jadi, untuk menentukan tempat sewa kantor yang berkualitas di Jakarta juga harus mempertimbangkan beberapa hal berikut ini, diantaranya:

  • Berapa banyak karyawan?
  • Berapa luas ruang kantor yang dibutuhkan?
  • Seberapa sering membutuhkan ruang kantor?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan ruang kantor tersebut?
  • Fasilitas apa saja yang akan dibutuhkan?
  • Berapa banyak anggaran yang bisa dikeluarkan selama 1 tahun kedepan?

Banyak pelaku usaha yang kadangkala mengindahkan biaya sewa karena ingin memiliki kantor dengan harga sewa tinggi namun tidak cukup memperhatikan kegiatan bisnis yang dilakukan dan modal yang dimiliki, sehingga tidak jarang yang berpindah pindah kantor.

Hal ini cukup mengganggu kinerja perusahaan itu sendiri. Karena dengan berpindahnya kantor mengakibatkan akan terjadi perpindahan alamat kantor, no telpon kantor, yang mengakibatkan terhambatnya kegiatan bisnis dan juga akan memperlihatkan ketidaksiapan sebuah perusahaan dalam perencanaan yang mengakibatkan rusaknya citra perusahaan tersebut dimata rekan bisnis maupun klien. Ini merupakan kerugian besar.

Sebagai kesimpulan, menentukan tempat sewa kantor yang berkualitas di Jakarta bukanlah hal yang mudah. Keputusan menentukan tempat sewa kantor yang berkualitas di Jakarta harus menggunakan strategi yang komprehensif dan matang karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan akan menentukan citra perusahaan kedepannya.

Memutuskan tempat sewa kantor yang berkualitas di Jakarta atau kota besar lainnya adalah sebuah masalah dan tantangan yang harus diputuskan.

Luangkan waktu untuk mempertimbangkan, apa saja yang dibutuhkan, bagaimana regulasinya, dan yang paling penting telaah terlebih dahulu opsi ruang kantor yang cocok bagi perusahaan Anda.

 

 

Hal-Hal Penting Sebelum Menyewa Ruangan Kantor

Tahukah Anda bahwa Menentukan tempat sewa kantor yang berkualitas di Jakarta pun harus memperhitungkan berbagai macam hal seperti adanya partisi kaca untuk ruangan kantor karena kantor yang memiliki jenis partisi kaca terlihat mewah dan keren.

Dan Perlu Anda ketahui juga bahwa partisi kaca juga ada banyak jenis kaca yang digunakan dan yang paling sering digunakan untuk ruangan kantor adalah partisi kaca berbahan tempered dan untuk memperindah ruangan kantor maka Anda dapat memasang pintu dari kaca tempered.

Hal Penting Sebelum Menyewa Ruangan Kantor

Setelah desain interior kantor selesai maka ada hal-hal penting lainnya yang perlu Anda perhatikan saat hendak menyewa ruangan kantor di wilayah Jakarta salah satunya adalah survey wilayai tersebut memiliki sejarah banjir atau tidak mengingat banjir di Jakarta terjadi saat musim penghujan.

  1. Bebas bajir

Memilih tempat sewa kantor di Jakarta yang tidak dikelilingi atau berada di wilayah yang sering terjadi banjir harus menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan tempat sewa kantor di Jakarta.

  1. Keamanan Terjamin

Sistem keamanan merupakan hal lain yang tidak bisa diremehkan sama sekali dalam menentukan tempat sewa kantor yang berkualitas di Jakarta. Hampir semua pusat kegiatan bisnis di Jakarta telah dilengkapi dengan penjaga yang berjaga 24 jam.

Perlengkapan keamanan di dalam ruangan kantor pun harus dilengkapi seperti cctv, pintu yang dipasangi password/sidik jari, alarm keamanan dan kebakaran wajib jadi pertimbangan yang harus dipikiran.

  1. Pilih Gedung yang Masih Baru

Pilihlah gedung atau ruangan kantor yang masih relatif baru dan tidak memakan banyak biaya untuk renovasi. Biaya renovasi sebuah bangunan tidak bisa dianggap remeh.

Bangunan yang sudah cukup tua dengan dinding yang lembab atau sudah retak dengan cat yang sudah terkelupas akan sangat menguras biaya.

  1. Fasilitas Ruangan

Demikian juga dengan fasilitas yang tersedia bagi ruangan tersebut seperti kapasitas listrik yang disediakan apakah mencukupi kebutuhan kegiatan bisnis, lalu dari air dan sistemnya apakah baik, terutama bagi bisnis rumah makan yang membutuhkan air bersih.

Baca Juga: Share Pengalaman Bisnis Kuliner

  1. Penyejuk Ruangan yang Tersedia

Penyejuk ruangan juga merupakan pertimbangan yang harus diperhatikan. Jika memilih tempat sewa di gedung, penyejuk udara biasanya sudah tersedia, namun tidak semua Ruko, rukan atau pergudangan mempunyai penyejuk udara, sehingga harus memasang sendiri.

Dari semua hal tersebut diatas mengenai lokasi untuk menentukan tempat sewa kantor yang berkualitas di Jakarta pada akhirnya biaya sewa yang akan jadi penentu akhir.

Seperti pepatah mengatakan, posisi menentukan prestasi, begitu juga dalam menentukan tempat sewa kantor yang berkualitas di Jakarta, harga sewa kantor di wilayah strategis akan lebih tinggi daripada harga sewa di wilayah sub urban atau jauh dari pusat bisnis.

 

Share Pengalaman, Gengsi Peyek di Pasar Modern

Bagi sebagian orang, peyek mungkin terlihat camilan biasa saja. Kehadirannya hanya sebagai pelengkap saja. Namun tetap saja semua kalangan menyukainya. Adalah Nico Budianto (43) yang punya ide untuk membuat peyek khusus kelas menengah ke atas. Bagaimana caranya?

Usaha ini sebenarnya berawal dari pengamatan Nico ketika sedang berkumpul dengan keluarga besar sang istri yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah.

“Kalau sudah ngumpul, itu selalu ada saja yang membawa peyek, dan pasti disukai,” bebernya. Melihat banyak saudaranya yang punya kemampuan membuat peyek yang enak, Nico pun lantas terpikir untuk membisniskannya seperti yang dikatakannya kepada tim Portal Souljournal.org.

Peyek Disukai Banyak Kalangan dan Harganya Murah

Peyek Disukai Banyak Kalangan

Apalagi menurutnya, peyek selalu disukai siapa saja, baik dari kalangan bawah hingga menengah ke atas.

“Apalagi saya melihat belum ada orang yang menggarap bisnis peyek ini secara serius, khususnya untuk kalangan menengah ke atas,” ungkapnya lagi. Teknik pemasaran dan sertifikasi Nico memulai usaha ini Februari lalu.

Namun ia menggunakan manajemen yang terukur untuk membangun fondasi usahanya. Pertama, tentu saja ia dan istrinya mengutak-atik resep peyek yang paten.

Selain mengutamakan kerenyahan, Nico juga memperkuat basis bumbu rempahnya.

“Jadi selain renyah, rasa bumbunya juga harus terasa,” jelasnya. Peyek ini kemudian ia jual di sekitar rumahnya dengan cara menyebar brosur.

Sebulan berjalan, ternyata hanya ada 1 penelepon. Tak patah semangat, Nico pun mengubah teknik berjualan. Kali ini ia menjualnya langsung pada hari Minggu ketika banyak orang berolah raga pagi.

Baca Juga: Mengenal Budaya Lokal

Tak dinyana, ratusan bungkus peyek yang dibawanya ludes terjual. “Saya berkesimpulan, berjualan makanan seperti peyek memang harus dilihat langsung, bukan mengandalkan brosur,” ujarnya bersemangat.

Sambil meneruskan penjualan di kompleks, Nico pun mulai mencicil soal urusan sertifikasi. Mulai dari sertifikasi halal, sertifikasi dari dinas kesehatan untuk mendapatkan nomor PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), hingga paten merek Yumila yang sudah didaftarkan ke Dirjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

“Menurut saya hal ini sangat penting untuk mengembangkan usaha karena semuanya sudah dilindungi secara hukum,” imbuhnya seperti yang Ia katakana kepada Web Soulofren.com.

Akhirnya Niko Mencoba Memasok Peyek Ke Tangerang

 

Batu loncatan di pasar modern Nico pun mencoba memasok ke sejumlah rumah makan di sekitar Tangerang. Namun rupanya peyek miliknya dianggap belum punya bukti kuat untuk mejeng di restoran mereka.

Sebagai salah satu sosok yang aktif dalam komunitas BSD Society, Nico paham jika pasar modern BSD menjadi rujukan bagi warga di sekitar Serpong untuk mencari makanan berkualitas. Ia pun memutuskan untuk menyewa lapak kecil untuk berjualan di sana. “Kira-kira saya setahun berjualan di pasar modern BSD.

Ini sebagai wujud pembuktian jika peyek saya enak dan laku,” ujarnya.

Keberadaan lapak peyeknya di pasar modern membuat peyeknya semakin dipercaya, dan Nico pun sukses memasok peyeknya di beberapa rumah makan besar di Tangerang.

“Dulu mereka menolak peyek saya, tapi setelah itu mereka berbalik meminta dipasok peyek,” kisahnya dengan ekspresi senang. Untuk kelas menengah ke atas, kemasan juga sangat penting. Nico mendesain kemasan plastik dengan stiker menawan sebagai penanda merek dan jenis peyek.

Saat ini, Nico menawarkan beberapa jenis peyek, di antaranya peyek kacang tanah, kacang hijau, rebon, teri, dan kedelai pedas.

Masing-masing berbobot 100 gram dengan harga jual Rp 10 ribu. Dalam waktu dekat, ia juga akan meluncurkan peyek jenis baru, yaitu peyek jagung manis, wortel, dan bayam.

“Ke depannya pasti akan ada inovasi baru peyek jenis lainnya,” cetus pria yang memproduksi 100 bungkus peyek per hari ini.

Untuk menjaga kualitas peyeknya, Nico hanya menggunakan minyak 2 kali saja untuk menggoreng peyek. “Jika digunakan berkali-kali, kualitasnya kurang bagus dan bisa mempengaruhi rasa peyek menjadi kurang enak atau cepat tengik,” terangnya.

Soal nama pun menjadi poin penting. Di matanya, sudah banyak produk makanan yang mengusung ibu-ibu atau nenek-nenek sebagai mereknya.

Nico ingin yang berbeda. Maka ia menggunakan logo gadis muda yang dinamai ‘Yumila’, yang berasal dari bahasa Jawa, Mbakyu Mila.

“Mila ini nama dari saudara istri saya yang mengajarkan membuat peyek enak,” akunya. Selain dijajakan di sejumlah rumah makan dan restoran, Nico juga membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi agen penjual peyeknya. Nah, Anda tertarik bekerja sama?

Padukan Budaya Lokal dengan Sentuhan Art Deco

Beberapa interior ruang tampil hangat dalam balutan kayu, membuat suasana seakan berada di rumah. “Kita ingin memberikan kesan modern namun tetap menerapkan kearifan budaya lokal, agar warisan budaya bangsanya tidak serta merta ditinggalkan,” tutur Arifn. Saat memasuki lobi utama, suguhan budaya lokal sudah langsung terasa berkat permainan motif batik pada partisi dan plafonnya.

Indah Saat Malam Tidak hanya memiliki rupa bangunan yang menawan, House Sangkuriang juga memiliki pemandangan indah di sisi kanan dan kirinya. Hotel ini berada di antara Jalan Sangkuriang dan Jalan Siliwangi, sehingga bila Anda menikmati panorama di pagi hari di balkon kamar, nuansa sejuk dengan pemandangan hijau Taman Babakan Siliwangi terhampar di hadapan.

Di malam hari, bangunan House Sangkuriang terasa semakin menawan. Bangunannya semakin cantik berkat lekukan-lekukan bangunan yang menggambarkan pola melingkar. Penampakan bangunan yang ditampilkan dari re?eksi kolam renang semakin menambah dramatis keindahan malam.

Padukan Budaya Lokal dengan Sentuhan Art Deco dan Genset dari Jakarta

Padukan Budaya Lokal dengan Sentuhan Art Deco dan Genset dari Jakarta. Genset berfungsi untuk sumber listrik alternatif ketika terjadi pemadaman dari PLN. Harga genset murah bisa didapatkan melalui Distributor Jual Genset Jakarta yang memberikan diskon harga dan garansi resmi.

Menikmati sajian panorama Kota Bandung memang tidak ada habisnya. Mencoba beragam kuliner dan menjajaki tempat perbelanjaan menjadi salah satu ritual yang tidak boleh terlewat begitu kita berkunjung ke Kota Kembang ini. Namun, ada sisi lain kota ini yang terkadang dilupakan pelancong yakni arsitekturnya yang menarik untuk dijelajahi. Kota Bandung memiliki beragam bangunan bangunan dengan sentuhan art deco yang unik, di tengah semaraknya sentuhan modern minimalis yang bergelimpangan.

Sentuhan art deco memiliki karakter fasad yang kuat dengan pola geometris, zig-zag, dan puzzle. Jamaludin, Dosen Seni Rupa Institut Teknologi Nasional Bandung, mengatakan bahwa pola-pola yang ditampilkan dari sentuhan ini adalah bentuk-bentuk abstrak, seperti garis-garis lengkung dan geometris misalnya bentuk kotak, segitiga, tangga, dan lingkaran. Bangunan di Bandung yang masih melestarikan sentuhan art deco ini misalnya, gedung Landmark di Jalan Braga, bekas bioskop Majestic, Grand Hotel Preanger, Savoy Homann, dan bangunan-ban gunan lain sepanjang Jalan Asia Afrika.

Bangunan lainnya adalah Hotel House Sangkuriang, yang terletak di Jalan Sangkuriang Bandung. Hotel ini menerapkan beberapa sentuhan art deco pada bangunannya, tapi tetap memasukkan unsur-unsur tradisional pada interior ruangnya. Merekonstruksi Bangunan Lama Awalnya, bangunan 5 lantai ini hanyalah seonggok bangunan dengan gaya arsitektur kolonial.

Namun melihat prospek wisata yang begitu berkembang di Kota Kembang, membuat pemiliknya membongkar seluruh bangunan dan membangun bangunan baru, dengan tetap berpegang pada desain bangunan lama. Sebenarnya, saat itu bangunan lama tersebut tidak diperbolehkan untuk dibongkar. Namun, mereka bersikeras bila bangunan ini tidak dirawat dan dibiarkan saja, justru hanya merusak bangunan.

“Awalnya mereka sempat menolak, bila dibiarkan hancur tanpa perawatan sama saja. Kami pun membangun bangunan yang serupa dengan aslinya dan memberikan sentuhan lokal di dalamnya,” Arifn, Host House Sangkuriang, bercerita. Tidak Lupakan Budaya Lokal Meski mengusung sentuhan art deco pada fasad bangunannya, hotel ini tetap mempertahankan kearifan budaya lokal pada interior bangunan. Arifn mengatakan, hotel ini tidak melupakan budaya lokal. Mereka menyematkan batik diantara sentuhan klasik pada interiornya, misalnya motif batik pada partisi lobi dan kamar hotel.

Rekomendasi Ponsel 4 Jutaan Tahun 2014

LG NEXUS 4

GSM dan HSDPA Quad Band, GPRS/EDGE, DC-HSDPA 42Mbps, HSDPA 21Mbps; WiFi; True HD IPS Plus capacitive, 16M warna, 768 x 1280 pixel, 4.7 inch, 318 ppi; internal 8/16 GB, 2 GB RAM; bluetooth v4.0, microUSB v2.0, slot microSD: – ; kamera 8 MP autofokus, LED flash, video 1080p@30fps; jack 3.5mm, OS Android v4.2, prosesor Qualcomm Quad-core 1.5 GHz, GPS, baterai 2100 mAh KESIMPULAN: Ponsel gesit ini terasa mantap dengan prosesor Quad Core 1.5Ghz dengan RAM 2GB, terasa gesit dan ringan. Kameranya juga bisa diandalkan dengan dan mampu merekam video HD 1080p yang tajam.

Alcatel Idol X

Quadband GSM, Dual SIM, GPRS/EDGE/HSPA; Layar Full HD IPS 1080 x 1920 pixel, 5.0 inch, 441 ppi; internal 16GB, 2GB RAM; Android v4.2.1 Jelly Bean; prosesor MTK Quad-core 1.5 GHz, PowerVR SGX544; bluetooth v4.0 A2DP; kamera 13.1MP dan 2.1MP, autofocus, LED flash, video 1080p@30fps; jack 3.5mm; radio FM, GPS; baterai Li-Ion 2000 mAh KESIMPULAN: dengan smartphone berkelas, termasuk kamera dan multimedianya.

Rekomendasi Ponsel Hiburan & Gaya 2014

SONY XPERIA Z1

Teknorus.com – Quadband GSM, GPRS/EDGE/HSDPA 42Mbps; Layar AMOLED, 1080 x 1920 pixel, 5.0 inch, 441 ppi; internal 16GB, 2GB RAM; OS Android Jelly Bean; prosesor Quad-core 2.2 GHz; bluetooth v4.0 A2DP; microSD 64GB; kamera 21MP dan 2MP, autofocus, LED flash, video 1080p@30fps; jack 3.5mm; radio FM, GPS; baterai Li-Ion 3000 mAh KESIMPULAN: Phablet tahan air dan debu ini tahan terendam air beberapa menit. Kinerjanya begitu gesit dengan prosesor kelas atas. Kameranya terbilang yang tertinggi di pasaran saat ini.

Baca juga : WA WEB

iPhone 5 32 GB

Layar LED-backlit IPS LCD capacitive 16 warna, 640 x 1136 pixels, 4.0 inch, 326 ppi; memori internal 32GB, 1GB RAM, GSM/HSDPA Quadband, DC-HSDPA 42 Mbps; HSDPA 21 Mbps; Wi-Fi; bluetooth v4.0, microUSB v2.0, kamera 8 MP autofokus, flash, video 1080p@30fps, stabilization; prosesor Dual-core 1.2 GHz, TV-Out, GPS, jack 3.5mm, iOS6. KESIMPULAN: iPhone 5 terkesan bisa mengangkat gengsi pemiliknya. Desainnya memang sangat unik dan futuristik. Pengalaman multimedia dan hiburan bisa dinikmati dengan kualitas tinggi.

LG NEXUS 3

Quadband GSM, GPRS/EDGE/HSDPA 42Mbps; Layar True HD IPS, 1080 x 1920 pixel, 5.0 inch, 445 ppi; internal 16GB, 2GB RAM; OS Android v4.4 Kit Kat; prosesor Qualcomm Quad-core 2.3 GHz, Adreno 330; bluetooth v4.0 A2DP; kamera 8MP dan 1.3MP, autofocus, LED flash, video 1080p@30fps; jack 3.5mm; radio FM, GPS; baterai Li-Po 2300 mAh KESIMPULAN: Berbekal Android terbaru, KitKat, pon sel ini begitu dinanti kehadirannya. Apalagi layarnya sangat tajam dengan fitur multimedia yang mantap.

Samsung Galaxy Note 3

Quadband GSM, GPRS/EDGE/HSDPA 42Mbps; Layar Super AMOLED, 1080 x 1920 pixel, 5.7 inch, 386 ppi; internal 16GB, 3GB RAM; OS Android Jelly Bean; prosesor Quadcore 1.9 GHz & quad-core 1.3 GHz; bluetooth v4.0 A2DP; microSD 64GB; kamera 13MP dan 2MP, autofocus, video 1080p@30fps; jack 3.5mm; GPS; baterai Li-Ion 3200 mAh KESIMPULAN: Galaxy Note 3 ini begitu gesit dimainkan. Semua fiturnya juga terasa lancar, apalagi ada Stylus yang nyaman dipakai membuat sketsa. Kameranya juga mumpuni untuk dokumentasi.